Tanda-tanda Sikecil Sakit

Rewel memang boleh dibilang salah satu ciri khas bayi, hingga sering dianggap lumrah. Dengan cara itu, ia mengungkapkan segala kebutuhannya dan apa yang dirasakannya. Tapi kalau rewelnya terus menjadi meski sudah ditenangkan, pertanda ada sesuatu yang tak beres.

Berikut sejumlah “sinyal” yang biasa diberikan bayi ketika ia merasa ada yang tak beres pada tubuh mungilnya, seperti dijelaskan dr. Stephanus J. Sarmili SpA. dari Klinik Anakku Green Ville Jakarta.

1. Rewel/Gelisah & Cenderung Cengeng

Biasanya kalau rewel bukan karena penyakit, digendong saja anak sudah akan tenang. Tapi kalau karena sakit, mau diapakan saja, ia tetap rewel. Waspadalah karena ada sesuatu yang tak beres pada tubuh si kecil. Mungkin kaki, tangan, atau anggota tubuh lainnya ada yang terkilir, perutnya tak enak karena mual dan kembung, atau kepalanya pusing, dan sebagainya.

2. Nafsu Makan Berkurang

Bayi normal/sehat pasti tidak bermasalah dengan kebiasaan makannya. Kalau haus dan lapar, ia akan segera melahap makanannya. Tapi jika ada yang “korslet”, terutama di pencernaannya, anak pasti cenderung menolak diberi makan. Tak cuma sekali ia menolak, melainkan berulang kali atau bahkan terus-menerus. Kemungkinan besar, terjadi infeksi di saluran pencernaan atau lambungnya.

3. Muntah Berlebihan

Jika ada yang tak beres diorgan pencernaan, tahap selanjutnya adalah dia muntah jika dipaksa makan atau minum. Pertanda ini mesti dicermati, terutama jika muntahnya berlebih. Segera bawa anak ke dokter karena dikhawatirkan terjadi kelainan pada ususnya.

4. Diare

Ini tanda spesifik adanya gangguan pada lambung, usus, dan organ pencernaan lainnya. Bayi akan berulangkali BAB (buang air besar) melewati batas normal/kebiasaannya atau berubah kadar kekentalan/kepadatan fesesnya. Bila tidak segera ditangani, sangat berbahaya. Bisa-bisa ia mengalami dehidrasi yang bakal mengancam jiwanya.

5. Demam

Peningkatan suhu tubuh bisa dijadikan pegangan bahwa bayi sedang sakit. Cara paling mudah untuk mengetahuinya, dengan meraba punggungnya atau gunakan termometer. Demam merupakan salah satu gejala utama adanya infeksi. Bisa infeksi saluran pernapasan, infeksi otak, atau lainnya. Meski “hanya” merupakan gejala adanya penyakit, demam harus segera ditangani sebelum semakin tinggi dan akhirnya membuat kejang-kejang. Penanganannya jadi lebih sulit dan dampaknya makin berat.

6. Kolik/Kembung

Penyebabnya adalah udara yang “terperangkap” dalam saluran cerna. Akibatnya, bayi merasa tidak nyaman, rewel, dan menangis tanpa henti. Periksa dengan cara meraba perut bayi. Bila terasa lebih besar atau keras dari biasanya, kemungkinan ia kembung. Untuk mencegahnya, sesaat setelah diberi minum atau makan, biasakan tepuk-tepuk lembut punggung si kecil dengan posisi “diberdirikan” di bahu Anda. Lakukan sampai anak bersendawa sehingga tak ada udara yang terperangkap dalam saluran cernanya. Jika telanjur kolik, beri obat tetes antikolik yang bisa didapat di apotek. Tentu saja, harus sesuai dengan petunjuk dokter.

7. Ruam Popok

Kulit bayi umumnya masih sangat sensitif sehingga rawan pada masalah ruam popok. Biasanya ruam timbul karena si kecil alergi terhadap amoniak yang terkandung dalam urinnya. Bisa juga alergi pada bahan dasar popok. Untuk banyak kasus, ruam dapat disembuhkan dengan salep kulit yang diberi dokter. Sementara untuk menghindari terjadinya ruam popok, segera ganti popoknya setiap kali basah karena pipis atau BAB. Gunakan popok sekali pakai hanya pada kondisi darurat(saat bepergian). Itu pun harus secara berkala dicek, minimal setiap 30 menit atau 1 jam sekali. Yang lebih disarankan justru pemakaian popok katun dengan tekstur lembut agar kulit bayi tetap bisa “bernapas” dan tak membuatnya lecet.

8. Gusi Bengkak

Saat tumbuh gigi (sekitar usia 7 bulan), anak merasa tak nyaman dan jadi rewel akibat gusi yang meradang. Atasi dengan mengolesi gusinya dengan jel khusus atau sirop penghilang rasa sakit. Bila disertai demam, beri obat penurun panas. Namun jika panasnya terus berlanjut, segera bawa ke dokter.

9. Flu/Pilek

Meski umumnya pilek ringan akan sembuh dengan sendirinya setelah 2-3 hari sekalipun tanpa diobati, pilek tetap membuat bayi rewel dan sulit makan/minum gara-gara tak leluasa bernapas melalui hidungnya. Gunakan alat penyedot ingus. Beri obat sesuai anjuran dokter. Jika disertai demam, biasanya dokter memberi obat berupa sirup yang mengandung parasetamol.

10. Berat Badan Tak Kunjung Naik

Dalam 6 bulan pertama, contohnya, bayi harus mencapai 2 kali berat badan waktu lahir. Jika dari bulan ke bulan beratnya tetap atau malah turun, segeralah bertindak. Mungkin ia kena infeksi seperti vlek paru atau kelainan tertentu. Amati dengan jeli dan teratur kenaikan berat anak.

11. Sesak Napas

Akibatnya, anak tak napsu makan. Makan/minum sedikit saja, tubuhnya dibanjiri peluh dan perlu “istirahat” sebentar sebelum makan lagi. Hati-hati dengan kemungkinan penyakit jantung. Segera konsultasikan ke dokter.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.